Sabtu, 25 Desember 2010

Bakpia Babe Usil Racikan Mahasiswa UGM


Bagi para pelancong yang datang ke Jogja, hapir semuanya pulang membawa bakpia. Panganan ini memang cukup populer di kota pelajar ini. Tapi bakpia racikan lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM berbeda. Mereka mengolah bekatul menjadi bakpia dengan julukan “Babe Usil” (bakpia bekatul usaha orisinil).

Novi Sigit Purnomo, Fuad Assani, Fauzan Romadlon. Ade Riski Amelia, Haritsah Setya Nur Aini, kelima mahasiswa itu membuat bakpia ituberawal dari program kreativitas mahasiswa (PKM) 2010. Mereka melihat produksi bekatul yang sangat melimpah di Indonesia, akan tetapi belum banyak dimanfaatkan.
“Selama ini bekatul hanya diposisikan sebagai pakan ternak, padahal dalam bekatul kaya akan akan vitamin B, vitamin E, asam lemak esensial, serat pangan, protein, oryzanol, dan asam ferulat. Jadi sayang jika bahan yang cukup potensial ini tidak termanfaatkan,” jelas Novi Sigit Purnomo di Kampus UGM.
Dengan pembuatan bakpia isi bekatul, lanjutnya, diharapkan bisa mengubah image masyarakat terhadap bekatul yang hanya dipakai sebagai makanan ternak. Selain itu juga mampu menambah nilai jual bekatul di masyarakat serta dijadikan sebagai dasar pengelolaan bekatul agar dapat menaikkan pendapatan masyarakat.
Disampaikan Sigit, dalam pembuatan bakpia, bekatul digunakan sebagai isi. Adapun bekatul yang dipakai adalah sisa penggilingan padi yang bertekstur halus seperti tepung. Pasalnya bekatul yang bertekstur halus mudah menyatu dengan air sehingga tercipta adonan yang bertekstur halus pula.
Proses pembuatan isi bakpia bekatul pun tidak terlalu rumit. Bekatul yang telah dipilih kemudian dikukus selama 30 menit lalu didinginkan. Setelah dingin, bekatul disangrai dengan wajan agar kadar air bekatul berkurang sehingga dapat bertahan lama. Kemudian bekatul yang telah disangrai diberikan tambahan aroma rasa yang diinginkan. “Dalam sekali produksi membutuhkan 1 kg bekatul untuk menghasilkan sekitar 300 bakpia yang bisa bertahan hingga 3 minggu,” ungkapnya.
Ditambahkan Fauzan Romadhlon, babe usil menyediakan dua rasa yaitu coklat dan keju. Untuk pengembangan rencananya juga akan dibuat rasa mocca, kopi, vanilla, dan original. “Sebenarnya kami juga ingin membuat bakpia bekatul dengan rasa buah, tetapi setelah diuji coba ternyata rasa ini justru mengurangi cita rasa bakpia bekatul,” terangnya.
Karena keterbatasan waktu saat ini mereka baru bisa membuat bakpia bekatul dalam jumlah terbatas, berdasar pesanan. Bakpia bekatul sementara baru dipasarkan di pasar minggu pagi (sunday morning) UGM. Guna pengembangan pasar mereka menjalin kerjasama dengan kios-kios penjualan oleh-oleh di Jogjakarta. Produk hasil kreativitas anak-anak muda ini telah mendapatkan serifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sementara untuk sertifikasi halal dari MUI sedang diproses.
Untuk bisa menikmati bakpia bekatul ini tidak perlu merogoh kocek yang terlalu besar. Hanya dengan Rp. 10.000 satu kotak bakpia berisi 15 buah langsung bisa disantap.
Inovasi produk karya mahasiswa muda ini tidak hanya memberikan alternatif panganan baru yang sarat gizi, berkat mampu menghantarkan mereka dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2010 yang akan di gelar di Universitas Mahasaraswati Denpasar 20-24 Juli depan. Selain itu bakpia bekatul belum lama ini meraih penghargaan dari Muhamadiyah Yogyakarta sebagai oleh-oleh khas Muktamar 1 Abad Muhammadiyah. 

BABE USIL Sudah Resmi Dapat Sertifikat HALAL MUI Lhoo . .



Setelah menunggu beribu tahun lamanya (Lebay Mode On) akhirnya Sertifikat Halal MUI telah kami dapatkan dengan susah payah. Sertifikat menandakan bahwa produk kami BENAR-BENAR AMAN untuk dikonsumsi dan terhindar dari zat-zat berbahaya. Dengan dikeluarkannya sertifikat halal ini diharapkan produk kami dapat semakin laris di Pasaran dan semakin barokah. Amiiinnn . . :D

"BABE USIL" Sebagai Oleh-Oleh Khas Muktamar 1 Abad Muhammadiyah


Muktamar 1 Abad Muhammadiyah yang akan diadakan pada tanggal 3-8 Juli 2010 menjadikan Yogyakarta sebagai sasaran turis. Hal ini dikarenakan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah jatuh tepat pada musim liburan sekolah. Pada musim liburan, permintaan oleh-oleh khas Yogyakarta tentu meningkat. Begitu juga dengan Bakpia Bekatul "BABE USIL" yang sudah mulai digemari masyarakat pada saat ini.
Pada perayaan Muktamar kali ini, banyak pameran-pameran yang diadakan oleh Muhammadiyah. Hal tersebut bertujuan untuk lebih memperkenalkan Muhammadiyah pada masyarakat luas. Pameran tersebut berisi berbagai macam produk, dari pakaian hingga makanan dan minuman.


Bakpia bekatul "BABE USIL" kali ini mendapat penghargaan khusus sebagai oleh-oleh khas Muktamar 1 Abad Muhammadiyah. Penghargaan tersebut didapatkan dengan kerja keras dalam lomba inovasi produk yang diadakan Muhammadiyah Cabang Yogyakarta. Para juri terkesan dengan penjelasan saudara Fauzan akan kekhasan dan manfaat dari bakpia bekatul kami, sehingga produk kami dinobatkan menjadi juara pertama.

Pada Pra-Muktamar kali ini terdapat pameran di SMK 6 Yogyakarta (Samping Stadion Mandala Krida) yang menjual beraneka produk. Tidak kalah juga, bakpia bekatul "BABE USIL" juga dijual disana. Animo masyarakat ternyata masih tetap antusias dengan bakpia kami sehingga dalam waktu yang relatif singkat bakpia kami habis terjual. Semoga ke depannya, bakpia kami makin maju dan disukai banyak orang. ^.^



"BABE USIL" Goes to PIMNAS 2010 di Bali !!


PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) merupakan event tahunan yang diadakan DIKTI untuk merangsang kreativitas anak-anak muda yang senang berkarya. Ajang ini dijadikan salah satu tolok ukur penilaian terhadap suatu kampus. PIMNAS kali ini akan diadakan di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Bali.
Bakpia Bekaul "BABE USIL" merupakan salah satu produk yang diunggulkan dalam PIMNAS 2010 kali ini. Harapan kami, PIMNAS kali ini dapat memberikan manfaat untuk kami agar bakpia bekatul "BABE USIL" terus maju pada kancah kuliner Indonesia. Harapan mendapat suatu penghargaan pada ajang pertempuran kali ini amat menggebu-gebu di dalam dada kami, dan semoga hasil terbaiklah yang akan kami dapat. Mohon doanya kawan-kawan semua . . :D 

Apa Itu Bekatul?


Bekatul juga disebut Rice Brand adalah bagian luar atau kulit ari beras yang merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi, biasa berupa serbuk halus berwarna cream atau coklat muda. Beras yang kita makan sekarang ini sudah terlalu bersih dari kulit ari, padahal di dalam kulit ari tersebut justru banyak mengandung vitamin dan nutrisi penting yang memiliki khasiat luar biasa.

Photobucket

Semenjak mesin penggilingan menggantikan alu dan lesung penumbuk padi, bisa dipastikan tidak ada sama sekali bekatul yang tersisa atau menempel pada beras yang dihasilkan. Sehingga masyarakat pedesaan sama seperti masyarakat di perkotaan dimana mereka mengkonsumsi beras yang putih bersih dan bebas dari bekatul.



Khasiat Bekatul


Salah satu kandungan tinggi pada bekatul adalah vitamin B15. Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Gangguan jantung, kelenjar gondok, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi.
Vitamin B15 memang belum dikenal masyarakat. Padahal, senyawa yang juga disebut pangamic acid ini memiliki banyak khasiat. Struktur kimia vitamin B15 adalah Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid, ditemukan oleh Dr. Krebs Junior, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1952.
Meski temuan tersebut ditentang Food & Drug Administration (FDA) AS, Dr Krebs dan teman-teman berhasil mengembangkannya secara diam-diam di Uni Soviet, selama lebih dari 10 tahun. Di Uni Soviet, saat itu vitamin B15 dikonsumsi secara luas dan untuk mengobati penyakit yang belum diketahui penyebabnya.
Penyakit yang diobati dengan vitamin B15, diantaranya diabetes melitus (DM), hipertensi, kolesterol tinggi, serta arteriosklerosis (perkapuran pembuluh darah). Vitamin B15 juga dimanfaatkan untuk mengatasi serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung, gangguan aliran pembuluh darah jantung, asma (bengek) dan penyakit hati (sirosis).

Varian Rasa dan Harga Bakpia Bekatul "BABE USIL"


Produk Bakpia Bekatul "BABE USIL" memiliki dua varian rasa, yaitu coklat dan keju. Kedua rasa tersebut dipilih karena keduanya sudah akrab di telinga para penggemar makanan khas dari Jogjakarta ini. Berbagai percobaan masih dilakukan untuk mengembangkan berbagai macam varian rasa yang baru agar produk Bakpia Bekatul "BABE USIL" ini makin dapat dikenal masyarakat secara luas.
Untuk menikmati bakpia bekatul ini, cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000,00 atau sepuluh ribu rupiah saja untuk satu kotaknya. Satu kotak berisi 15 pcs bakpia bekatul yang siap menemani hari-hari anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar